Rabu, 15 Juni 2011

Perkembangan Peserta Didik

Hakekat Perkembangan Anak Didik

Istilah perkembangan seringkali digandengkan dengan pertumbuhan dan kematangan. Ketiganya memang mempunyai hubungan yang sangat erat. Pertumbuhan dan perkembangan pada dasarnya merupakan perubahan, yaitu perubahan menuju ketahap yang lebih tinggi atau lebih sempurna. Ada beberapa perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan lebih banyak berkenaan dengan aspek-aspek jasmaniah atau fisik, sedangkan perkembangan menyangkut aspek-aspek pisikis atau jasmaniah.
Istilah pertumbuhan (growth) dimaksudkan sebagai perubahan dalam aspek jasmaniah seperti berubahnya struktur tulang, tinggi dan berat badan, semakin sempurnanya jaringan syaraf, dan sejenisnya. Dengan kata lain, pengertian pertumbuhan itu lebih bersifat kuantitatif dan terbatas pada pola perubahan fisik yang dialami individu sebagai hasil dari proses pematangan. Dalam pertumbuhan dapat pula mencakup perubahan secara psikis kalau perubahan tersebut barupa munculnya suatu fungsi yang baru seperti munculnya kemampuan berpikir, simbolik, munculnya kemampuan abstrak, munculnya perasaan birahiterhadap lawan jenis.
Singkat kata dapat disimpulkan bahwa pengertian pertumbuhan mencakup dalam pengertian perkembangan. Namun tidak setiap perubahan dalam arti perkembangan merupakan pertumbuhan. Pertumbuhan terbatas pada perubahan-perubahan yang bersifat epvolusi (menuju kearah yang lerbih sempurna) sedangkan perkembangan dapat pula mencakup perubahan-perubahan yang bersifat inovasi (penurunan dan perusakan menuju ke arah kematian)

2. Anak Sebagai Suatu Totalitas
Sebagai objek studi psikologi perkembangan anak dipandang sebagai sebagai suatu totalitas. Konsep anak sebagai suatu totalitas dapat mengandumg tiga pengertian berikut: (a) anak adalah mahluk hidup (organisme) yang merupakan suatu suatu kesatuan dari keseluruhan aspek yang terdapat dalam dirinya, (b) dalam kehidupan dan perkembangan anak, keseluruhan aspek anak saling terjalin satu sama lain, dan (c) anak berbeda dari orang dewasa bukan sekedar secara fisik, tetapi secara keseluruhan.
Sebagai suatu totalitas, anak dipandang sebagai makhluk hidup (organisme) yang utuh, yakni sebagai suatu kesatuan dari keseluruhan aspek fisik dan psikis yang terdapat dalam dirinya. Keseluruhan aspek fisik dan psikis anak tersebut tidak dapai dipisahkan satu sama lain. Karena itu, anak juga dipandang sebagai individu. Lebih lanjut, konsep anak sebagai suatu totalitas atau kesatuan mengandung arti bahwa twerdapat saling keterjalinan antara keseluruhan aspek yang terdapat dalam diri anak tersebut secara terintegrasi saling terjalin dan memberikan dukungan fungsional satu sama lain. Bila dibanding dengan orang dewasa, konsep anak sebagai suatu titalitas juga mengandung arti bahwa perbedaan anak dengan orang dewasa tidak terbatas secara fisik melainkan secara keseluruhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar